Tugas ke : 1
Nama : Indah Purnama
Kelas : 2PA13
NPM : 14513361
A. PENGERTIAN
Berasal dari istilah “Mental hygiene”. Ilmu
kesehatan mental adalah ilmu yg memperhatikan perawatan mental atau jiwa dengan
objek kajian kondisi mental manusia dengan memandang manusia sebagai totalitas
psikofisik yang kompleks. . Kesehatan adalah keadaan
sejahtera dari badan, jiwa,
dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomis. World Health Organization menjabarkan
kesehatan mental sebagai "suatu keadaan yang baik dimana seseorang
menyadari kemampuannya, dapat menghadapi stress yang normal, dapat bekerja
secara produktif dan menyenangkan, dan dapat berkontribusi dalam komunitasnya.
Menurut
Schneider ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang mengembangkan dan menerapkan
seperangkat prinsip yang praktis dan bertujuan untuk mencapai dan memelihara
kesejahteraan psikologis organisme manusia dan mencegah gangguan mental serta
ketidakmampuan penyesuaian diri. Klein mengatakan kesehatan mental ialah ilmu
yang bertujuan untuk mencegah penyakit mental dan meningkatkan kesehatan
mental. Thorpe berpendapat bahwa kesehatan mental adalah suatu tahap psikologi
yang bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesehatan mental. Ilmu kesehatan
mental bersifat preventif dan memiliki tujuan untuk mencegah ketidakmampuan
penyesuaian diri serta peningkatan kesehatan mental. Objek kajian utamnaya
adalah kondisi mental manusia.
B. TEORI KESEHATAN MENTAL
1.
Aliran
Psikoanalisa.
a. Pengertian Psikoanalisa
Psikoanalisa ditemukan di Wina,
Austria, oleh Sigmund Freud. Psikoanalisis merupakan salah satu aliran di dalam
disiplin ilmu psikologi yang memilik beberapa definisi dan sebutan, Adakalanya
psikoanalisis didefinisikan sebagai metode penelitian, sebagai teknik
penyembuhan dan juga sebagai pengetahuan psikologi.
Psikoanalisa menurut definisi modern
yaitu :
(1)
Psikoanalisis adalah pengetahuan psikologi yang menekankan pada dinamika,
faktor-faktor psikis yang menentukan perilaku manusia, serta pentingnya
pengalaman masa kanak-kanak dalam membentuk kepribadian masa dewasa,
(2)
Psikoanalisa adalah teknik yang khusus menyelidiki aktivitas ketidaksadaran
(bawah sadar),
(3) Psikoanalisa adalah metode interpretasi
dan penyembuhan gangguan mental.
Psikoanalisa dalam pengertian lain (Hjelle & Ziegler,
1992):
· Teori mengenai kepribadian &
psikopatologi
· Metode terapi untuk gangguan kepribadian
teknik untuk menyelidiki pikiran &
perasaan individu yang tidak disadari
Psikoanalisa memiliki sebutan-sebutan lain yaitu :
a.
Psikologi dalam, karena menurut
Freud penyebab neurosis adalah gangguan jiwa yang tidak dapat disadari, pengaruhnya
lebih besar dari apa yang terdapat dalam kesadaran dan untuk menyelidikinya,
diperlukan upaya lebih dalam
b.
Psikodinamika, karena Psikoanalisis
memandang individu sebagai sistem dinamik yang tunduk pada hukum-hukum
dinamika, dapat berubah dan dapat saling bertukar energi.
b. Konsep Manusia Dalam Psikoanalisa
Menurut Sigmund Freud, perilaku
manusia itu ditentukan oleh kekuatan irrasional yang tidak disadari dari
dorongan biologis dan dorongan naluri psikoseksual tertentu pada masa enam
tahun pertama dalam kehidupannya. Pandangan ini menunjukkan bahwa aliran teori
Freud tentang sifat manusia pada dasarnya adalah deterministik. Namun demikian
menurut Gerald Corey yang mengutip perkataan Kovel, bahwa dengan tertumpu pada
dialektika antara sadar dan tidak sadar, determinisme yang telah dinyatakan
pada aliran Freud luluh. Lebih jauh Kovel menyatakan bahwa jalan pikiran itu
adalah ditentukan, tetapi tidak linier. Ajaran psikoanalisis menyatakan bahwa perilaku
seseorang itu lebih rumit dari pada apa yang dibayangkan pada orang tersebut.
Di sini, Freud memberikan indikasi
bahwa tantangan terbesar yang dihadapi manusia adalah bagaimana mengendalikan
dorongan agresif itu. Bagi Sigmund Freud, rasa resah dan cemas seseorang itu
ada hubungannya dengan kenyataan bahwa mereka tahu umat manusia itu akan punah.
Dan struktur kepribadian Dalam teori psikoanalitik, struktur kepribadian
manusia itu terdiri dari id, ego dan superego.
1) Id adalah komponen kepribadian
yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip
kesenangan “pleasure principle”.
2) Egoadalah bagian kepribadian yang
bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk
menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur
dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilaisuperego.
3) Superego adalah
bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor
baik- buruk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh
dorongan ego.
2.
Aliran Behavioristik
Behaviorisme
atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif Belajar) adalah filosofi dalam
psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme —
termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan— dapat dan harus dianggap sebagai
perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan
secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak
hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus
memiliki dasar yang bisa diamati tapi tidak ada perbedaan antara proses yang
dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati
secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan).
3.
Aliran Humanistik
Aliran humanistik mulai muncul
sebagai sebuah gerakan besar psikologi dalam tahun 1950-an dan 1960-an. Aliran
Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti Gordon
Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers. Walaupun psikolog humanistik
dipengaruhi oleh psikoanalisis dan behaviorisme, namun aliran ini mempunyai
ketidaksesuaian yang sangat berarti dengan psikoanalisis dan behaviorisme.
Tekanan utama yang oleh behavioris dikenakan pada stimuli dan tingkah laku yang
teramati, dipandang Psikologi Humanistik sebagai penyederhanaan yang
keterlaluan yang melalaikan diri manusia sendiri dan pengalaman-pengalaman
batinnya, tingkah lakunya yang kompleks seperti cinta, nilai-nilai dan
kepercayaan, begitu pula potensinya untuk mengarahkan diri dan
mengaktualisasikan diri. Maka psikologi humanistik sangat mementingkan diri
(self) manusia sebagai pemersatu yang menerangkan pengalaman-pengalaman
subjektif individual, yang banyak menentukan tingkah lakunya yang dapat diamati.
Psikolog-psikolog Humanistik pun tidak menyetujui pandangan pesismis terhadap hakekat manusia dan dicerminkan oleh psikoanalisis Freud maupun pandangan netral (tidak jahat dan tidak baik) kaum behavior.
Psikolog-psikolog Humanistik pun tidak menyetujui pandangan pesismis terhadap hakekat manusia dan dicerminkan oleh psikoanalisis Freud maupun pandangan netral (tidak jahat dan tidak baik) kaum behavior.
Menurut
aliran humanistik, kedua aliran itu memandang tingkah laku manusia secara salah
yaitu sebagai tingkah laku yang seluruhnya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan
diluar kekuasaannya; apakah kekuatan-kekuatan itu berupa motif-motif yang tak
disadari atau conditioning dari masa kanak-kanak dan pengaruh lingkungan. Bertentangan
dengan kedua pandangan aliran tadi, aliran Humanistik menyetujui sebuah konsep
yang jauh lebih positif mengenai hakekat manusia, yakni memandang hakekat
manusia itu pada dasarnya baik. Perbuatan-perbuatan manusia yang kejam dan
mementingkan diri sendiri dipandang sebagai tingkah laku patologik yang
disebabkan oleh penolakan dan frustasi dari sifat yang pada dasarnya baik itu.
Seorang manusia tidak dipandang sebagai mesin otomat yang pasif, tetapi sebagi
peserta yang aktif yang mempunyai kemerdekaan memilih untuk menentukan nasibnya
sendiri dan nasib orang lain.
Psikolog humanistik mencoba untuk
melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka. Mereka
cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat alamiah
manusia. Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan
rasional untuk dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam meraih
potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia bertanggung jawab
terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk
mengubah sikap dan perilaku mereka.
Psikologi humanistik adalah
suatu gerakan perlawanan terhadap psikologi yang dominan yang mekanistik,
reduksionistik, atau ’psikologi robot” yang mereduksi manusia. Psikologi humanistik juga
menentang metodologi yang restriktif yang menyisihkan pengalaman batin.
Psikologi humanistik menghimpun para ahli psikologi yang
merepresentasikan pandangan-pandangan dan kecenderungan yang berbeda, juga para
ahli psikologi yang hanya menyetujui penolakan terhadap psikologi yang
mekanomorfik dan yang
TEORI KEPRIADIAN MENURUT PARA AHLI
1)
Pendapat Alport
Kepribadian yang matang Oleh Gordon
Allport:
Saat ini teori-teori Allport (tentang
kepribadian yang sehat) tetap relevan. Berikut adalah tujuh kriteria dari
Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat:
1. Perluasan
Perasaan Diri
ketika
seseorang menjadi matang, ia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri.
Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri.
Lebih dari itu, ia harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh, yang
oleh Allport disebut "partisipasi otentik". Dalam pandangan Allport,
aktivitas yang dilakukan harus cocok dan penting, atau sungguh berarti bagi
orang tersebut. Jika menurut kita pekerjaan itu penting, mengerjakan pekerjaan
itu sebaik-baiknya akan membuat kita merasa enak, dan berarti kita menjadi
partisipan otentik dalam pekerjaan itu.
2. Relasi
Sosial yang Hangat
Allport
membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu
kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk merasa terharu. Orang yang
sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi intim dengan orangtua, anak,
pasangan, dan sahabat. Ini merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan
perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Adaperbedaan hubungan
cinta antara orang yang neurotis (tidak matang) dan yang berkepribadian sehat
(matang).
3. Keamanan
Emosional
Kualitas utama
manusia sehat adalah penerimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan
mereka, termasuk kelemahan-kelemahan, dengan tidak menyerah secara pasif
terhadap kelemahan tersebut. Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan
oleh emosi-emosi mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu.
Mereka dapat mengendalikan emosi, sehingga tidak mengganggu hubungan
antarpribadi. Pengendaliannya tidak dengan cara ditekan, tetapi diarahkan ke
dalam saluran yang lebih konstruktif. Kualitas lain dari kepribadian sehat
adalah "sabar terhadap kekecewaan".
4. Persepsi
Realistis
Orang-orang
sehat memandang dunia secara objektif. Sebaliknya, orang-orang neurotis
kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan
ketakutan mereka sendiri. Orang sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau
situasi yang dihadapi itu jahat atau baik menurut prasangka pribadi. Mereka
memahami realitas sebagaimana adanya.
5. Keterampilan
dan Tugas
Allport
menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri di dalam
pekerjaan tersebut. Kita perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan
pekerjaan kita, dan lebih dari itu harus menggunakan keterampilan itu secara
ikhlas dan penuh antusiasme. Komitmen pada orang sehat atau matang begitu kuat,
sehingga sanggup menenggelamkan semua pertahanan ego. Dedikasi terhadap
pekerjaan berhubungan dengan rasa tanggung jawab dan kelangsungan hidup yang
positif. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas
untuk hidup.
6. Pemahaman
Diri
Memahami diri
sendiri merupakan suatu tugas yang sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri
sendiri sepanjang kehidupan secara objektif. Untuk mencapai pemahaman diri yang
memadai dituntut pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya. Jika
gambaran diri yang dipahami semakin dekat dengan keadaan sesungguhnya, individu
tersebut semakin matang. Demikian juga apa yang dipikirkan seseorang tentang
dirinya, bila semakin dekat (sama) dengan yang dipikirkan orang-orang lain
tentang dirinya, berarti ia semakin matang. Orang yang sehat terbuka pada
pendapat orang lain dalam merumuskan gambaran diri yang objektif.
7. Filsafat
Hidup
Orang yang
sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia
memiliki perasaan akan tujuan, perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas
sebagai batu sendi kehidupannya. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut
sebagai keterarahan (directness). Keterarahan itu membimbing semua Inti
dari teori- teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri
untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah- masalah psikisnya
asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan
individu untuk aktualisasi diri. Rogers menerima istilah self dari pengalaman-
pengalaman realita masing- masing individu. Dalam setiap bertambahnya umur
,anak bisa berubah sifat dan perilaku. Dan seorang ibu bisa memperhatikan
perkembangan anak, dari waktu ke waktu dan seorang ibulah yang memelihara dan
mendidiknya segi kehidupan seseorang menuju suatu atau serangkaian tujuan,
serta memberikan alasan untuk hidup.
2)
Pendapat Rogers
Memahami dan menjelaskan teori
kepribadian sehat menurut rogers yang meliputi:
1. Perkembangan
kepribadian “self”
2. Peranan positive regard dalam
pembentukan kepribadian individu
3. Ciri-ciri
orang yang berfungsi sepenuhya
A. Perkembangan
kepribadian “self”
dan tidak di serahkan kepada baby
sister
B. Peranan positive regard dalam
pembentukan kepribadian individu
Setiap manusia memiliki kebutuhan basic akan
kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, cinta, kasih, dan sayang dari
orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang
terbagi lagi menjadi 2 yaituconditional positive regard (bersyarat)
dan unconditional positive regard (tak bersyarat). Pribadi
yang berfungsi sepeuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak
bersyarat. Mengapa? Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai
sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.
C. Ciri-ciri
orang yang berfungsi sepenuhnya
Menurut
pendapat Rogers:
Pertama, orang yang sehat secara psikologis akan lebih
mudah beradaptasi Karena orang psikologis bisa melihat dan menilai
sifat-sifat seeorang maka dari itu dia mudah beradaptasi. Kedua, manusia
–manusia masa depan akan lebih terbuka atas pengalaman-pengalaman
mereka, manusia masa depan akan lebih mendengar dirinya dan
memperhatikan perasaan bahagia, marah,kecewa,ketakutan, dan kelembutan mereka.
Ketiga, dari manusia masa depan adalah kecenderungan untuk hidup sepenuhnya
pada masa sekarang. Merujuk kecenderungan untuk hidup pada masa
sekarang sebagaikehidupan eksistensial. Manusia masa depan tidak mempunyai
kebutuhan untuk menipu diri mereka sendiri ataupun alasan untuk mencoba membuat
orang lain kagum. Keempat, manusia masa depan akan tetap percaya terhadap
kemampuan diri mereka untuk merasakan hubungan yang hamonis dengan
orang lain. Kelima, manusia masa depan akan lebih terintegrasi, lebih
utuh, anpa batasan-batasan buatan antara proses kognitif yang dilakukan secara
sadar ataupun yang tidak. Keenam, manusia masa depan
mempunyai kepercayaan pada kemanusiaan. Mereka tidak akan
menyakiti orang lain hanya untuk kepentingan pribadi; peduli pada orang lain
dan akan siap membantu apabila diperlukan; akan mengalami kemarahan, tetapi
dapat dipercaya bahwa mereka tidak akan menyerang secara tidak asuk akal
melawan orang lain; serta akan merasa agresi, tetapi akan mengalihkannya kea
rah yang sepatutnya. Terakhir, karena manusia masa depan terbuka dengan semua
pengalaman, mereka akanlebih menikmati kekayaan hidup dri pada
orang lain. Mereka tidak mendistori stimulus internal ataupun menahan emosi
mereka .
Rogers
meberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya :
a. Keterbukaan
pada pengalaman
b. Kehidupan
eksistensial
c. Kepercayaan
terhadap organism sendiri
d.
Perasaan bebas
e. Kreatifitas
3)
Pendapat Maslow
Maslow
berpendapat bahwa seseorang akan memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia
telah mampu untuk mengaktualisasikan dirinya secara penuh (self actualizing
person). Dia mengemukakan teori motivasi bagi self actualizinga-needs person,
dengan nama metamotivation, meta-needs B-motivation, atau being values
(kebutuhan untuk berkembang). Sementara motivasi bagi orang yang tidak mampu
mengaktualisasikan dirinya dinamai D-motivation atau deficiency
4)
Pendapat Fromm
Fromm
memberikan suatu gambaran yang jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang
demikian mencintai sepenuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran
yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, memiliki suatu
perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar didunia, subjek
atau pelaku dari diri dan nasib, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang. Akan tetapi ada
salah satu pengertian dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar
menghasilkan sesuatu dan merupakan hasil yang sangat penting dari individu,
yakni diri. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua
potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka dan memenuhi
semua kapasitas mereka.
Sumber :
Innerliches, Aszese. 2008. dalam
artikel http://eldido.blog.friendster.com/konseling-dalam-perspektif-psikoanalisa
Mimi. 2008. dalam artikel http://makmun.blog.com/aliran-humanistik
Panggabean, Hana. 2009. dalam
artikel http://rumahbelajarpsikologi.com/behavior
http://dedeh89-psikologi.blogspot.com/2013/04/teori-kepribadian-sehat.html
https://agnesdevia.wordpress.com/2013/03/29/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran-psikoanalisa-aliran-behavioristik-dan-aliran-humanistik/
No comments:
Post a Comment