Monday, November 7, 2016

TUGAS SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNITIF MANUSIA
      A.    Arsitektur Komputer
1.      Pengertian Arsitektur Komputer
Arsitektur komputer adalah dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya.
Dalam bidang teknik komputer, definisi arsitektur komputer adalah suatu konsep perencanaan dan juga struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer atau ilmu yang bertujuan untuk perancangan sistem komputer.
Arsitektur von Neumann (atau Mesin Von Neumann) adalah arsitektur yang diciptakan oleh John von Neumann [1903 – 1957]. Arsitektur ini digunakan oleh hampir pada semua komputer pada saat ini. Arsitektur Von Neumann ini menggambarkan komputer dengan 4 (empat) bagian utama, yaitu: Unit Aritmatika & Logis (ALU), unit kontrol, memori, & alat masukan & hasil (secara kolektif dinamakan I/O). Bagian tersebut dihubungkan oleh berkas kawat, “bus”.
Arsitekturkomputer adalah konsep perencanaan dalam sebuah sistem komputer. Di dalam arsitektur komputer juga terdapat struktur pengoprasian dasar dari perangkat komputer itu sendiri. Bagaimana nantinya komputer yang akan dirancang dapat beroperasi secara semestinya.
2.      Tingkatan dalam Arsitektur Komputer
Ada sejumlah tingkatan dalam konstruksi dan organisasi sistem komputer. Perbedaan paling sederhana diantara tingkatan tersebut adalah perbedaan antara hardware dan software.
Tingkatan Dasar Arsitektur Komputer. Pada tingkatan ini Hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar, dimana pada hardware ini “layer” software ditambahkan. Software tersebut berada di atas hardware, menggunakannya dan mengontrolnya. Hardarwe ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software.

Multilayerd Machine. Tingkatan dasar arsitektur komputer kemudian dikembangkan dengan memandang sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayered machine” yang terdiri dari beberapa layer software di atas beberapa layer hardware.

1)      CPU (Central processing Unit), yang mengendalikan semua unit sistem komputer yang lain dan mengubah input menjadi output.
·         Primary storage (penyimpanan primer), berisi data yang sedang diolah dan program
·         Control unit (unit pengendalian), membuat semua unit bekerja sama sebagai suatu sistem
·         Aritmatika and logical Unit, tempat berlangsungnya operasi perhitungan matematika dan logika
2)      Unit Input, memasukkan data ke dalam primary storage
3)      Secondary storage (penyimpanan sekunder), menyediakan tempat untuk menyimpan program dan data saat tidak digunakan
4)      Unit Output, mencatat hasil pengolahan
3.      Komponen pada Arsitektur Komputer menjadi 4, yaitu :
1)      Input
            Input (Masukan) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan.
2)      Pemroses
            Sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam komputer.
3)      Penyimpanan
            Sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
4)      Output
            Output (Keluaran) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.
keyboard berfungsi memasukkan data baik berupa huruf, angka, atau symbol.
      B.     Struktur kognisi manusia
Sebelum membahas apa itu struktur kognisi manusia, ada baiknya kalau kita mengartikan kata struktur dan kognisi terlebih dahulu untuk mempermudah kita dalam memahaminya. Menurut Prof. Benny H. Hoed (dalam Ekky, 2012) struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan, sedangkan kognitif, Menurut Drever (Solihin, 2012) disebutkan bahwa kognisi adalah istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penialain, dan penalaran. Dan Menurut Chaplin (2002) dikatakan bahwa kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai.
     C.     Kaitan antara Struktur Manusia dan Arsitektur Manusia
Komputer dan kognisi memiliki persamaan dalam hal memproses informasi. Jika dikaitkan dengan arsitektur komputer yang memiliki pengertian sebagai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer, maka kognisi manusia pun mampu melakukan sebuah perencanaan dan turut berperan penting dalam pembuatan suatu sistem dari komputer.
Manusialah yang menciptakan komputer dengan sistem yang menyerupai kognisi manusia dengan maksud mempermudah manusia dalam pekerjaannya. Karena manusia memiliki otak yang melakukan proses memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan, berbahasa yang disebut sebagai kognisi. Hal ini juga behubungan dengan kognitif manusia dalam mengingat informasi.

     D.    Kelebihan dan Kekurangan
Sehingga analisa yang mendasar antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer adalah :
Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia. Mempunyai struktur yang sangat kompleks.
Arsitektur komputer merupakan konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer, kompleks namun tidak sekompleks kognisi manusia. Arsitektur komputer ini merupakan rencana deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll. Beberapa contoh dari arsitektur komputer adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC.

     E.     Perbedaan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia
Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer, yaitu :
Kelebihan:
1)      Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
2)      Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
3)      Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4)      Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
Kekurangan:
1)      Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya
2)      Harganya sangat mahal
3)      Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
4)      Membutuhkan daya listrik yang sangat besar
Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu :
Kelebihan :
1)      Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
2)      Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
3)      Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal 
Kekurangan :
1)      Membutuhkan waktu yang cukup lama
2)      Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka
     F.     Contoh Kasus
Di era globalisasi saat ini banyak sekali permainan yang menggunakan teknologi yang canggih, diantaranya yaitu komputer. Permainan dengan penggunaan teknologi komputer tersebut dapat kita jumpai salah satunya pada acara “Eat Bulaga Indonesia” (Indonesia Pintar) yang ditayangkan oleh salah satu tv swasta. Permainan tersebut menggunakan komputer, yang dilakukan /dimainkan oleh dua orang. Cara bermainya yaitu, satu orang menggunakan helm yang di atas helm tersebut terdapat tulisan/kata yang akan ditebak oleh rekan mainnya. Permainan tersebut menggunakan waktu yang telah ditentukan, mereka harus menebak “karakteristik” misalnya “sawi putih” teman yang menebak tidak boleh langsung menyebutkan “sayuran” tetapi harus menunggu teman yang menggunakan helm tadi menjawab apa yang disebutkan oleh temannya.
Dalam kuis tersebut, dapat menggambarkan arsitektur komputer melalui keluarnya tulisan melalui helm yang digunakan peserta untuk menebak dan peserta dituntut menggunakan kognisinya dalam proses mengingat.

Sumber :
B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, Theories of Learning, terj. Tri Wibowo.
Solso, M. (2008). Psikologi kognitif. Jakarta : Erlangga
Mastur.(2011). Piaget dan teori 

Sunday, November 6, 2016

TUGAS SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

1. Pengantar Sistem Informasi Psikologi

A. Pengertian Informasi
Menurut Anton Moeliono (1990:33) informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita (tentang) juga mengenai keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan. 
Pendapat lain dinyatakan oleh ordon B. Davis (1984:200), "Information" is data that has been processed into a form that is meaningful to the recipient and is of real or perceived value in current or prospective actions or decisions" yang artinya bahwa Informasi  adalah data yang telah diproses/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.
Menurut Kenneth C. Laudon informasi adalah data yang sudah dibentuk dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat dikatakan bahwa informasi merupakan hasil dari proses intelektual seseorang. Dimana suatu informasi dimulai dari sebuah data yang kemudian dibentuk atau diolah sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Proses intelektual itu sendiri merupakan proses mengolah atau memproses stimulus, yang masuk ke dalam diri individu melalui panca indera, kemudian diteruskan ke otak atau pusat syaraf untuk diolah atau diproses dengan pengetahuan, pengalaman, selera, dan iman yang dimiliki seseorang. Setelah mengalami pemrosesan, stimulus itu dapat dimengerti sebagai informasi. Informasi ini bisa diingat di otak, bila dikomunikasikan kepada individu atau khalayak, maka akan berubah menjadi sebuah pesan.
Suatu informasi tentu berkaitan dengan adanya sistem. Sistem merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi , yang artinya saling bekerjasama untuk membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

B. Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi sendiri merupakan sebuah sistem atau unsur yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan dan mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem informasi memiliki banyak peranan dalam suatu organisasi/institusi/perusahaan, diantaranya yaitu turut serta dalam pelaksanaan tugas rutin, mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian sistem. Disamping memiliki banyak peranan, sistem informasi juga memiliki banyak kemampuan, yang mana diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya-biaya tertentu, serta adanya peningkatan dalam pengambilan keputusan.
Dalam praktiknya, keberadaan sistem informasi tersebut ternyata juga berperan dalam suatu bidang keilmuan, diantaranya yaitu ilmu psikologi. Dalam psikologi sendiri banyak dilakukan beberapa tes yang menggunakan komputerisasi. Misalnya penggunaan tes psikologi secara virtual, penggunaan teknologi eye-tracking dan yang terbaru adalah teknologi virtual reality yang memungkinkan seseorang untuk mengurangi bahkan menyembuhkan gangguan psikologis seperti, ADHD, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dan beragam fobia. Contoh nyatanya adalah banyaknya tes-tes yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti, PAPIKOSTIK, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu computer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian Sistem Informasi Psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi-informasi yang berhubungan dengan ilmu psikologis, yang juga merupakan kombinasi dengan manusia, alat teknologi, media, prosedur, dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai prilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

C. Contoh Kasus Sistem Informasi Psikologi
Saat ini banyak kasus kenakalan remaja, entah itu dari tingkat SD, SMP, ataupun SMA. Tak jarang, pihak sekolah merasa kewalahan menghadapi keadaan siswa yang memiliki problem tersebut. Guna membantu tugas guru BK dalam mengetahui karakter/kepribadian masing-masing siswanya, ilmu psikologi memiliki suatu tes, yaitu tes kepribadian. Tes kepribadian adalah seperangkat alat tes yang disusun untuk mendeskripsikan bagaimana kecenderungan seseorang bertingkah laku. Tes kepribadian sebenarnya adalah deskripsi kualitatif dari kepribadian, bukannya deskripsi kuantitatif (angka-angka), karena sebenarnya kepribadian tidak dapat diukur, tetapi hanya dapat dideskripsikan. Untuk membantu menjelaskan kepribadian, alat tes kepribadian menggunakan bantuan angka-angka dan kemudian hasilnya dintrepretasikan/dideskripsikan kedalam kualitatif.
 Angka yang dilekatkan/didapatkan seseorang pada tes kepribadian bukanlah angka sesungguhnya. Jika si A mendapatkan angka 9 dari tes kepribadian dan si B mendapatkan angka 6, bukan berarti kepribadian si A lebih tinggi dari kepribadian si B. Angka disini hanyalah alat bantu untuk mendeskripsikan kepribadian, misalnya si A lebih tahan dari gangguan emosi dibandingkan dengan si B.
 Yang perlu diketahui pula dari tes kepribadian adalah bahwa kepribadian tidak mengandung unsur nilai “baik buruk, tinggi rendah, dan lain-lain”. Kepribadian adalah unik, sehingga tidak bisa dibandingkan dengan orang lain dalam pendeskripsiannya. Tetapi, untuk mempermudah pengukuran dalam psikologi, disusunlah suatu criteria kepribadian dalam bentuk pengelompokan. Saat ini, kita mengenal pengelompokan kepribadian yang terkenal seperti DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Tetapi kekurangan dari pengelompokan kepribadaian ini adalah, hanya individu-indivdu yang mengalami masalah/gangguan yang dimasukkan dalam kriteria tersebut.
Seiring berkembangnya teknologi, keberadaan tes kepribadian ini pun bisa kita jumpai di sebuah situs online yang bernama  HYPERLINK "http://www.ipersonic.net" www.ipersonic.net. iPersonic dikembangkan oleh psikolog. Felicitas Heyne, pengembang dan pendiri tes kepribadian iPersonic adalah psikolog terkenal dan penulis buku. Beliau adalah anggota afiliasi internasional American Psychological Association (APA).


Sumber:
Anton M. Meliono, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta: 1990
 HYPERLINK "https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem#Jenis_sistem" https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem#Jenis_sistem, diakses tanggal 5 November 2016.
 HYPERLINK "http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html" http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html, diakses
      tanggal 5 November 2016.
Universitas Gunadarma. (1993). Pengantar Sistem Informasi. Depok: Universitas Gunadarma.
Wiryanto. (2004). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Grasindo