DIMENSI KOMUNIKASI
A. PENGERTIAN
KOMUNIKASI ( Aprilia Nurwandari )
Pengertian komunikasi harus ditinjau
dari dua sudut pandang, yaitu komunikasi dalam pengertian secara umum dan
pengertian secara paradigmatic, sehingga akan menjadi jelas bagaimana
pelaksanaan tekik komunikasi itu.
1. Pengertian
komunikasi secara umum
Terjadinya
komunikasi adalah sebagai konsekuensi hubungan social (social relation). Masyarakat
paling sedikit terdiri dari dua orang yang saling berhubungan satu sama
lain yang, karena berhubungan, menimbulkan interaksi social (social
interaction).
Pengertian
secara umum komunikasi adalah proses penyampaian suatu pernyataan yang
dilakukan oleh seseorang kepada orang lain sebagai konsekuensi dari hubungan
social .
Komunikasi dalam
pengertian umum dapat dilihat dari dua segi :
a. Pengertian
komunikasi secara etimologi
secara etimologis atau menurut asal
katanya, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication , dan
perkataan ini bersumber pada kata communis
. Arti communis disini adalah sama makna , yaitu sama makna mengenai suatu hal . Jadi ,
komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat
kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan .
b. pengertian komunikasi secara terminology
secara terminology komunikasi
berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorng kepada orang lain.
2. Pengertian
komunikasi secara paradigmatic
Dalam pengertian paradigmatic,
komunikasi mengandung tujuan tertentu;ada yang dilakukan secara lisan, secara
tatap muka atau melalui media. Komunikasi dalam pengertian paradigma bersifat
intensional, mengandung tujuan; karena itu harus dilakukan dengan perencanaan. Komunikasi
adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk
memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung
secara lisan, maupun tak langsung melalui media.
B. PROSES
KOMUNIKASI
Teknik komunikasi adalah cara atau
“seni” penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator sedemikian
rupa , sehingga menimbulkan dampak tertentu pada komunikan . Pesan yang
disampaikan komunikator adalah pernyataan sebagai paduan pikiran dan perasaaan
, dapat berapa ide , informasi, keluhan, keyakinan, imbuhan , anjuran, dan
sebagainya .
Yang penting dalam komunikasi dalam
komunikasi ialah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan
komunikator itu menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan . Dampak yang ditimbulkan dapat diklasifikasian
. menurut kadarnya , yakni :
a.
Dampak Kognitif,
b.
Dampak Afeksi,
c.
Dampak Behavioral,
-
Dampak Kognitif adalah yang timbul pada komunikan yang
menyebabkan dia menjadi tahu atau meningkatkan intelektualitasnya .
-
Dampak afektif lebih tinggi kadarnya daripada dampak
kognitif. Disini tujuan komunikator bukan hanya sekedar supaya komunikan tahu,
tetapi bergerak hatinya ; menimbulkan perasaan tertentu, misalnyaperasaan iba,
terharu, sedih , gembira , marah , dan sebagainya .
Yang
paling tinggi kadarnya adalah dampak
behavioral , yakni dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku,
tindakan , atau kegiatan .
C. FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT KOMUNIKASI ( Wiwied
Widyawati )
1. Hambatan sosio-antro-psikologis
Proses
komunikasi berlangsung dalam konteks situasional (situational context). Ini
berarti bahwa komunikator harus memperhatikan situasi ketika komunikasi dilangsungkan
, sebab situasi amat berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi, terutama
situasi yang berhubungan dengan factor-faktor sosiologis-antropologis-
psikologis.
a. Hambatan sosiologis
Seorang sosiolog Jerman bernama
Ferdinand Tonnies mengklasifikan kehidupan manusia dalam masyarakat menjadi dua
jenis pergaulan yang ia namakan Gemeinschaft
dan Gesellschaft.
b. Hambatan antropologis
Dalam melancarkan komunikasinya
seseorang komunikator tidak akan berhasil apabila ia tidak mengenal siapa
komunikan yang dijadikan sasarannya. Komunikasi akan berjalan lancer jika suatu
pesan yang disampaikan komunikator diterima oleh komunikan secara tuntas.
c. Hambatan psikologis
Faktor psikologis sering kali
menjadi hambatan dalam komunikasi. Hal ini umumnya disebabkan si komunikator
sebelum melancarkan komunikasinya tidak mengkaji diri komunikan.
2. Hambatan semantic
Faktor semantik menyangkut bahasa
yang dipergunakan komunikator sebagai “alat” untuk menyalurkan pikiran dan
perasaannya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasinya seorang komunikator
harus benar-benar memperhatikan gangguan semantic ini, sebab salah ucap atau
salah salah tulis dapat menimbulkan salah pengertian atau salah tafsir yang
pada gilirannya bias menimbulkan salah komunikasi.
3. Hambatan mekanis
Hambatan mekanis dijumpai pada media
yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Banyak contoh yang kita alami
dalam kehidupan sehari-hari; suara telepon yang krotokan, ketikan huruf yang
buram pada surat, suara yang hilang muncul pada pesawat radio dan lain-lain.
4. Hambatan ekologis
Hambatan ekologis terjadi disebabkan
oleh gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya komunikasi, jadi
datangnya dari lingkungan.
D. DIMENSI KOMUNIKASI ( Indah Purnama )
Terdapat
beberapa dimensi dalam komunikasi, yaitu ;
·
Dimensi
Isi
Dimensi isi
disandi secara verbal dan menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang
dikatakan. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan.
·
Dimensi
Hubungan
Dimensi
hubungan disandi secara nonverbal dan menunjukkan bagaimana cara menunjukkan
dan mengisyarakatkan bagaimana proses komunikasi antara satu sama lain dan
bagaimana seharusnya pesan tersebut disampaikan. Dalam komunikasi massa dimensi
hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan
untuk menyampaikan pesan tersebut. Contoh: pengaruh artikel dalam surat kabar
bukan bergantung pada isinya, namun bergantung juga pada siapa penulisnya,
jenis huruf yang digunakan, warna tulisan yang dipakai, dll.
·
Dimensi
Arah
Komunikasi
dalam konteks ini dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi
dua arah. Komunikasi satu arah merupakan satu orang memberikan informasi kepada
orang lainnya tanpa ada timbal balik, sedangkan komunikasi dua arah merupakan
komunikasi dimana satu orang memberikan informasi ke orang lain, dan orang lain
juga memberikan informasi, sehingga terjadi pertukaran informasi diantara
keduanya.
E. CONOTOH KASUS
Dalam suatu kelas guru mulai
memberikan tugas kepada murid. Tugas yang diberikan guru disampaikan dengan
cepat tanpa ada pengulangan. Ketika ditanya ada yang belum mengerti para murid
dengan segera menjawab tidak. Padahal ada beberapa anak yang belum mengerti
akan tugas yang disampaikan guru tersebut. Lalu ketika waktu mengumpulkan tugas
sudah tiba, murid yang tidak mengerti ini mengumpulkan tugas dengan sala atau
tidak sesuai dengan apa yang sudah disampaikan gurunya.
Analisis :
Anak – anak yang
tidak mengerti akan tugas gurunya tentunya harus berkomunikasi dengan anak –
anak yang mengerti akan tugas itu agar tidak terjadi kesalahan dalam pengerjaan
tugas. Sang guru pun hendaknya harus bisa menyampaikan tugas tersebut dengan
jelas dan terperinci agar tidak terjadi kesalah pahaman. Komunikasi sangatlah
penting bagi kehidupan kita, dengan adanya penyampaian komunikasi yang baik dan
benar maka akan menghindari terjadinya kesalah pahaman dalam menerima
informasi.
Daftar Pustaka
Effendy Onong
Uchjana, 1986, “Dinamika Komunikasi”, Bandung, PT Remaja Rosdakarya