Sunday, November 6, 2016

TUGAS SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

1. Pengantar Sistem Informasi Psikologi

A. Pengertian Informasi
Menurut Anton Moeliono (1990:33) informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita (tentang) juga mengenai keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan. 
Pendapat lain dinyatakan oleh ordon B. Davis (1984:200), "Information" is data that has been processed into a form that is meaningful to the recipient and is of real or perceived value in current or prospective actions or decisions" yang artinya bahwa Informasi  adalah data yang telah diproses/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.
Menurut Kenneth C. Laudon informasi adalah data yang sudah dibentuk dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat dikatakan bahwa informasi merupakan hasil dari proses intelektual seseorang. Dimana suatu informasi dimulai dari sebuah data yang kemudian dibentuk atau diolah sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Proses intelektual itu sendiri merupakan proses mengolah atau memproses stimulus, yang masuk ke dalam diri individu melalui panca indera, kemudian diteruskan ke otak atau pusat syaraf untuk diolah atau diproses dengan pengetahuan, pengalaman, selera, dan iman yang dimiliki seseorang. Setelah mengalami pemrosesan, stimulus itu dapat dimengerti sebagai informasi. Informasi ini bisa diingat di otak, bila dikomunikasikan kepada individu atau khalayak, maka akan berubah menjadi sebuah pesan.
Suatu informasi tentu berkaitan dengan adanya sistem. Sistem merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi , yang artinya saling bekerjasama untuk membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

B. Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi sendiri merupakan sebuah sistem atau unsur yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan dan mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem informasi memiliki banyak peranan dalam suatu organisasi/institusi/perusahaan, diantaranya yaitu turut serta dalam pelaksanaan tugas rutin, mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian sistem. Disamping memiliki banyak peranan, sistem informasi juga memiliki banyak kemampuan, yang mana diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya-biaya tertentu, serta adanya peningkatan dalam pengambilan keputusan.
Dalam praktiknya, keberadaan sistem informasi tersebut ternyata juga berperan dalam suatu bidang keilmuan, diantaranya yaitu ilmu psikologi. Dalam psikologi sendiri banyak dilakukan beberapa tes yang menggunakan komputerisasi. Misalnya penggunaan tes psikologi secara virtual, penggunaan teknologi eye-tracking dan yang terbaru adalah teknologi virtual reality yang memungkinkan seseorang untuk mengurangi bahkan menyembuhkan gangguan psikologis seperti, ADHD, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dan beragam fobia. Contoh nyatanya adalah banyaknya tes-tes yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti, PAPIKOSTIK, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu computer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian Sistem Informasi Psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi-informasi yang berhubungan dengan ilmu psikologis, yang juga merupakan kombinasi dengan manusia, alat teknologi, media, prosedur, dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai prilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

C. Contoh Kasus Sistem Informasi Psikologi
Saat ini banyak kasus kenakalan remaja, entah itu dari tingkat SD, SMP, ataupun SMA. Tak jarang, pihak sekolah merasa kewalahan menghadapi keadaan siswa yang memiliki problem tersebut. Guna membantu tugas guru BK dalam mengetahui karakter/kepribadian masing-masing siswanya, ilmu psikologi memiliki suatu tes, yaitu tes kepribadian. Tes kepribadian adalah seperangkat alat tes yang disusun untuk mendeskripsikan bagaimana kecenderungan seseorang bertingkah laku. Tes kepribadian sebenarnya adalah deskripsi kualitatif dari kepribadian, bukannya deskripsi kuantitatif (angka-angka), karena sebenarnya kepribadian tidak dapat diukur, tetapi hanya dapat dideskripsikan. Untuk membantu menjelaskan kepribadian, alat tes kepribadian menggunakan bantuan angka-angka dan kemudian hasilnya dintrepretasikan/dideskripsikan kedalam kualitatif.
 Angka yang dilekatkan/didapatkan seseorang pada tes kepribadian bukanlah angka sesungguhnya. Jika si A mendapatkan angka 9 dari tes kepribadian dan si B mendapatkan angka 6, bukan berarti kepribadian si A lebih tinggi dari kepribadian si B. Angka disini hanyalah alat bantu untuk mendeskripsikan kepribadian, misalnya si A lebih tahan dari gangguan emosi dibandingkan dengan si B.
 Yang perlu diketahui pula dari tes kepribadian adalah bahwa kepribadian tidak mengandung unsur nilai “baik buruk, tinggi rendah, dan lain-lain”. Kepribadian adalah unik, sehingga tidak bisa dibandingkan dengan orang lain dalam pendeskripsiannya. Tetapi, untuk mempermudah pengukuran dalam psikologi, disusunlah suatu criteria kepribadian dalam bentuk pengelompokan. Saat ini, kita mengenal pengelompokan kepribadian yang terkenal seperti DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Tetapi kekurangan dari pengelompokan kepribadaian ini adalah, hanya individu-indivdu yang mengalami masalah/gangguan yang dimasukkan dalam kriteria tersebut.
Seiring berkembangnya teknologi, keberadaan tes kepribadian ini pun bisa kita jumpai di sebuah situs online yang bernama  HYPERLINK "http://www.ipersonic.net" www.ipersonic.net. iPersonic dikembangkan oleh psikolog. Felicitas Heyne, pengembang dan pendiri tes kepribadian iPersonic adalah psikolog terkenal dan penulis buku. Beliau adalah anggota afiliasi internasional American Psychological Association (APA).


Sumber:
Anton M. Meliono, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta: 1990
 HYPERLINK "https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem#Jenis_sistem" https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem#Jenis_sistem, diakses tanggal 5 November 2016.
 HYPERLINK "http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html" http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html, diakses
      tanggal 5 November 2016.
Universitas Gunadarma. (1993). Pengantar Sistem Informasi. Depok: Universitas Gunadarma.
Wiryanto. (2004). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Grasindo


No comments:

Post a Comment